Kamis, 05 Agustus 2021

[WN] Masho no Otoko wo Mezashimasu Chapter 87

Chapter 87 - Seats Arrangement

Tempat duduk baru akan ditentukan dengan undian.

 

Minori-san dan gadis yang duduk di sebelah Maegashira memprotes, tapi mereka tak bisa bertarung didepan suara mayoritas.

 

“Se-selesai!”

 

Gadis yang membuat lotere mengatakan itu dengan keras.

 

Untuk pemenang hanya ada 'Win' dan 'Jackpot' dalam lotere ini, dan hanya dua kursi itu yang diputuskan, dan sepertinya selain itu bebas.

 

Ngomong-ngomong, 'Jackpot' ada di sebelahku, dan 'Win' ada di sebelah Maegashira.

 

Nah, apakah kalian semua siap?”

 

Pembawa acara adalah Mishima-san, yang merupakan ketua kelas kami di Sekolah Menengah Pertama.

 

Menanggapi tersebut, semua orang berkata, ‘Aku siap'.

 

Saatnya menggunakan 'God's Pull'!”

 

“’Deadly Draw’…! Sekarang, waktunya diriku! Untuk menang!"

 

Sampai sekarang aku tidak beruntung karena menyimpan semua keberuntunganku untuk digunakan di sini!… Mungkin….. pasti……… Mungkin.”

 

Dan seterusnya, banyak teriakan unik.

 

Lotre yang dibuat ditempatkan di tas kosong dan dikocok. Dan sebuah celah, cukup untuk satu lengan, terbuka.

 

Baiklah, siapa yang menariknya duluan?”

 

Mishima-san bertanya, tapi tidak ada yang menjawab.

 

Ini karena mereka ragu-ragu. Itu lotere, jadi kemungkinannya sama tidak peduli kapan kau menariknya, tapi secara emosional mungkin tidak begitu.

 

Yah, aku tahu bagaimana rasanya ... kau mungkin merasa itu akan buruk kalau menarik pertama ... Tapi, kau juga berpikir, gimana kalau 'Jackpot' keluar lebih dulu ... bukan?...

 

 

Setelah beberapa detik hening, seorang gadis maju.

 

"Aku akan menariknya! Aku akan menunjukkan kepada kalian apa yang disebut 'God's Pull'!"

 

Gadis itu berkata begitu dan memasukkan tangannya ke dalam tas.

 

Ini dia–!”

 

Apa yang gadis itu miliki di tangannya adalah sebuah kertas putih bersih… kegagalan.

 

Gadis itu melihatnya, dia jatuh di tempat.

 

…. Satu orang kalah.

 

"Ini konyol."

 

Di sampingku, Maegashira mengejek gadis itu… Dia berbicara seperti seorang 'S'.

 

Tapi, tindakan gadis itu membuat yang lain menarik undian satu demi satu.

 

Lotereeeeee-! Aku memanggil… ‘Jackpot’!”

 

Melihat hasilnya, satu lagi jatuh.

 

 

Sekarang, aku mengorbankan 'hidupku (poin)'!”

 

Jangan mengorbankannya…!

 

Dan satu lagi roboh lagi.

 

Takdir tersenyum padaku! Dan, 'Jackpot' yang asli muncul!“

 

Dan satu lagi roboh.

 

Loteree berlanjut untuk sementara waktu, tapi belum ada yang menang. Dan adegan di mana banyak gadis SMA pingsan bisa dilihat…, adegan 'mayat' di dalam ruang karaoke. Entah bagaimana, itu mengingatkanku pada sebuah insiden, tapi semua orang putus asa, jadi aku tetap diam.

 

Kami berada di ruang Karaoke tapi belum ada yang menyanyi ...

 

 

 

Maegashira yang sempat mengejek mereka beberapa waktu lalu, sudah kehilangan minat, dan sekarang bermain-main dengan smartphone miliknya.

 

Lalu, saat jumlah yang tersisa menipis, giliran kenalanku yang menarik undian.

 

Orang itu… Minori Saegusa.

 

Tidak aneh untuk segera keluar, bukan?”

 

Sambil berkata, Minori-san memasukkan tangannya ke dalam tas.

 

Gadis yang berbaring sampai sekarang juga bangkit dan memperhatikan.

 

Itu rahasia kalau aku berpikir mereka tampak seperti zombie saat melihat mereka bangun. Dari mata gadis-gadis di sekitarku, aku merasakan perasaan yang mengatakan, ‘Aku tak ingin gadis ini menariknya.'

 

Aku tak tahu apakah itu dendam saat makan siang di masa lalu atau fakta kalau Minori-san masih satu kelas denganku…

 

Aihh-!”

 

Minori-san menarik lotere dengan suara yang lucu.

 

Ruangan itu terasa tegang.

 

Rasanya seperti rapat draf di mana semua pilihan tim saling tumpeng tindih….

 

Secara tak sengaja aku juga menelan ludah sambil mengawasinya.

 

Minori-san perlahan melihat lotere yang dia ambil…

 

Dan dia roboh.

 

Gadis-gadis yang melihatnya bersorak dan memberikan tos satu sama lain ... Aku bertanya-tanya seberapa besar mereka tidak ingin Minori mendapatkannya ...

 

…… Kursi akhirnya diputuskan. Di sebelah Maegashira ada seorang gadis pendiam, dan sepertinya namanya Kurita-san… Saat dia mendapat ‘Win’, dia langsung bersyukur kepada Dewa… itu pemandangan yang luar biasa.

 

Dan di sebelahku ada Mishima-san. Mishima-san yang terakhir menarik, tapi dia mendapatkan tempat duduk disebelahku, seolah-olah pepatah, ‘Last but not least’, itu benar.

 

(TL: Last but not least Berarti ada di urutan terakhir, tapi bukan berarti kalah penting dari yang lain)

 

Kalau begitu, aku akan duduk di sebelah Hatano-kun… tidak apa-apakan?”

 

Ya, tolong. Atau… kau ingin duduk di pangkuanku?”

 

"Benarkah?!!!"

 

"… Aku bercanda."

 

Mishima-san bereaksi keras terhadap leluconku.

 

Jadi, aku menjawabnya secara tidak sengaja…

 

Dan, yah… tidak hanya Mishima-san, tapi gadis-gadis lain juga mencondongkan tubuh ke depan padaku… Termasuk Maegashira…

 

"Oh begitu~. Yah, aku tahu itu. Ya, tidak apa-apa! Aku tidak berpikir aku ingin merasakan paha Hatano! Tidak sama sekali!!"

 

Mishima-san berkata begitu… Mungkin dia sedikit kesal?.

 

Tapi, dengan itu aku tahu kalau Mishima-san ternyata punya pikiran kotor.

 

Uhumm…, ayo kita ambil minum dulu.”

 

Tempat karaoke punya layanan soft drink sepuasnya, jadi kukatakan kalau aku ingin pergi untuk mengambil minuman.

 

Ah, aku akan membawakan milikmu, Hatano-kun, jadi kamu tidak perlu berdiri. Apa yang ingin kau minum?"

 

Mungkin ini hak istimewa seorang pria di sini ... gadis itu akan berinisiatif untuk memenuhi kebutuhan pria itu.

 

"Baiklah, kalau begitu tolong bawakan aku cola."

 

"Ya aku mengerti. Aku akan mengambilkannya untukmu. "

 

Mishima-san meninggalkan ruangan dengan senang hati. Setelah itu, gadis-gadis lain mengejarnya dengan wajah gelap.

 

Maegashira-kun, apa yang kamu inginkan?”

 

"Jus sayuran"

 

Oi, mereka tak punya jus sayur di sini!

 

Kurita-san juga bertanya pada Maegashira seperti bagaimana Mishima-san bertanya padaku, tapi Maegashira memberikan jawaban yang jahat.

 

J-Jus sayuran…? Hmm, kurasa mereka tak punya. "

 

Tapi, aku merasa ingin minum Jus sayuran sekarang. Tolong beli di luar. "

 

Oi, apa gunanya pergi ke tempat dengan layanan minum sepuasnya?!

 

Ah, benar juga, kurasa ada kalanya kamu ingin meminumnya… Aku mengerti, aku akan membelinya.”

 

Kau tak perlu membelinya! Kau terlalu baik tau!

 

Selain itu, bisa kuliha kalau Maegashira terlihat seperti tidak akan membayarnya.

 

Maegashira, untuk saat ini tolong bersabar dengan apa yang tersedia disini.”

 

Kalau Hatano-kun berkata begitu, baiklah, aku ingin cola.”

 

Aku mengatakannya secara tidak sengaja, tapi Maegashira tidak ragu-ragu untuk menarik kembali pernyataan sebelumnya.

 

…… Orang ini… Aku yakin meskipun dia membawakan jus sayuran untuknya, dia tidak akan meminumnya…

 

Kurita-san keluar ruangan setelah dia berkata, 'Aku akan membawakanmu cola, tolong tunggu'.

 

“………………”

 

Hatano-kun, ada apa?”

 

Tidak, tidak ada…”

 

Aku hanya terus berpikir sampai sekarang saat melihat gadis-gadis itu… kalau…

 

Aku merasa seperti ada di hostess club…

Previous

List Chapter

Next

[WN] Masho no Otoko wo Mezashimasu Chapter 86

Chapter 86 - Class Reunion, starts

Yuri Mishima, gadis menyedihkan yang dikatakan bau dan disemprot oleh Maegashira menggunakan semprotan deodorant saat bertemu dengannya. Sekarang, dia berlutut, dan kedua tangannya di tanah. Dan di sebelahnya, berdiri orang yang mendorongnya ke kondisi seperti itu, Maegashira… Dan! Dia mengembalikan semprotan deodoran ke tasnya tanpa mengkhawatirkan wanita itu sama sekali… Serius nih?!

 

Dia benar-benar mengabaikannya ... Sungguh pria yang menakutkan!

 

Tapi, ya itu benar…! Aku yakin aku  bisa membalikkan situasi ini!

 

Aku pergi ke sisi Mishima-san dan berjongkok hingga mata kami berada di posisi yang sama. Dan berbicara padanya dengan lembut.

 

Mishima-san…”

 

Menanggapi suaraku, Mishima perlahan mengangkat wajahnya.

 

Mantan teman sekelasku yang lain juga memperhatikan tindakanku dalam diam. Mau tak mau aku menjadi gugup saat mendapat begitu banyak perhatian. Tapi, kalau aku ragu-ragu, itu akan menarik lebih banyak perhatian, jadi perlahan tapi pasti, aku berbicara dengannya, dengan suara lembut untuk meyakinkannya.

 

“Tidak apa-apa, kamu tidak bau sama sekali.”

 

…… Kenapa aku tak bisa mengatakannya dengan kata yang lebih baik… saat kupikir bisa mengatakan sesuatu yang lebih baik dari itu, Mishima-san menjawabku.

 

T-Tapi Maegashira-kun bilang aku bau ...”

 

Mungkin itu karena Maegashira bersekolah di sekolah laki-laki, mungkin dia sedikit rentan terhadap aroma perempuan.”

 

"… Benarkah? Aku, aku tidak bau? "

 

Ya, benar…”

 

Setelah mengatakan itu, aku mendekatkan wajahku ke leher Mishima-san.

 

Kamu memakai parfum dengan aroma jeruk, kan? Aroma yang sangat menyegarkan dan harum."

 

Wajah Mishima-san memerah mungkin karena aku mencium bau badannya.

 

Yah, ehm… itu… aku senang Hatano-kun menyukainya…”

 

Mishima bergumam dengan suara kecil dengan wajah memerah.

 

Itu reaksi yang sangat lucu.

 

Tapi, saat aku menikmati reaksi Mishima-san, 'Cih!', Aku mendengar seseorang mendecakkan lidahnya. Orang yang melakukan itu, tentu saja, Maegashira.

 

Dan selain itu, aku juga bisa mendengar suara lain, seperti seseorang menggertakkan gigi. Jadi, kuperiksa sekelilingku, dan memastikan dari mana suara itu berasal, sambil bertanya-tanya suara apa itu. Dan… itu berasal dari tempat mantan teman sekelasku berkumpul.

 

Selain itu,… Mereka benar-benar menggertakkan gigi.

 

Meskipun suaranya pelan, tapi jadi suara yang keras saat bersama… Sejujurnya, aku kagum dengan itu.

 

Dan bisa kudengar beberapa suara datang dari mereka.

 

Uugghh…! Mishima, bodoh! Dasar riajuu!"

 

Apa aku akan dapat hadiah seperti itu kalau masuk Kenran ?!”

 

Saat ini, aku mungkin bisa memberikan kutukan karena kecemburuan ini…”

 

Sepertinya Mishima-san mendengar keluhan dari mulut mantan teman sekelas kami, jadi dia berdiri dengan tergesa-gesa, memperbaiki pakaiannya yang berantakan, dan berbicara dengan senyum.

 

Um…, semuanya sudah berkumpul, jadi kenapa kita tidak masuk?”

 

Ya, semua orang sepertinya menunggu.”

 

Aku juga mencoba mengatakan sesuatu untuk menenangkan suasana yang mengganggu.

 

Hmmp! Tolong bimbing aku secepatnya. "

 

Mendengarkan kata-kata Mishima-san, Maegashira menjawab dengan marah.

 

Tapi kenapa dia marah…? Terlebih lagi, caranya berbicara seperti 'tsundere'.

 

Apa pria ini bertujuan menjadi karakter yang 'imut'? Tolong hentikan, tidak ada permintaan untuk itu ... Tunggu, mungkin ada permintaan di sini? Hmm… sulit untuk mengatakannya dengan pasti… Yah, setidaknya Maegashira punya sikap yang terus terang!

 

Sementara aku khawatir dengan karakter Maegashira, kami akhirnya sampai di ruangannya.

 

Ruangan itu besar dan mewah. Meskipun itu ruangan yang besar, hanya ada satu mesin karaoke… Yah, meskipun ada dua, kita hanya akan menggunakan satu, atau akan membingungkan dua orang menyanyikan lagu yang berbeda bersama-sama, jadi wajar saja, kurasa…

 

Namun, ada empat mikrofon, dan sepertinya mereka sedang mempertimbangkan untuk bernyanyi bersama.

 

Dan saat kami masuk kedalam, aku duduk di tengah kursi. Tentu saja, Maegashira duduk di sisi kananku.

 

Lalu, suasana yang mengganggu mengalir di antara gadis-gadis itu, mereka berdebat siapa yang akan duduk di sebelah anak laki-laki.

 

Ruangan itu dipenuhi suasana yang berat dan pengap. Seperti death game yang tiba-tiba dimulai, dan orang-orang yang berteman menjadi musuh, dan pada akhirnya tidak ada yang tersisa…

 

Sederhananya, ini situasi yang berbahaya! ... Aneh ... Kupikir ini reuni kelas yang damai ...

 

Saat para gadis menahan satu sama lain… tiba-tiba seorang gadis duduk di sampingku.

 

”” ”” Saegusa ——– !!! "" ""

 

Teriakan para gadis menggema.

 

Aku senang ini ruangan karaoke. Tidak apa-apa menjadi berisik.

 

Dan di tengah gejolak penuh keluhan yang dipancarkan gadis lain, Minori-san, hanya memandangi mereka dengan wajah dingin. Seolah-olah dia ingin mengatakan, ‘Aku istri resminya, apa?'.

 

Apa yang terjadi pada semua orang? Ayo semuanya duduk. "

 

Dengan senyuman di wajah Minori-san, dia berkata begitu. Bisa dibilang dia punya 'kepribadian yang baik'.

 

Dan, gadis-gadis lain juga duduk ditempat duduk mereka dengan tatapan menyesal. Ngomong-ngomong, di sebelah Maegashira duduk seorang gadis yang bergerak cepat saat kursi disebelahku diambil.

 

Setidaknya, sekarang semua orang sudah duduk.

 

Kemudian, Mishima-san, yang merupakan ketua kelas kami di SMP, memberikan salam pembukaan setelah semua orang memesan minuman dan menerimanya.

 

Terima kasih sudah datang ke reuni sementara kalian semua sibuk, aku tak akan banyak bicara. Jadi, mari bersenang-senang hari ini! Bersulang!"

 

Untuk kata-kata Mishima-san, semuanya juga mengatakan, 'Bersulang!'

 

Dan, reuni kelas dimulai dengan suara gelas yang saling bertabrakan.

 

Tapi kemudian, seseorang tiba-tiba berkata ...

 

“Baiklah, ayo segera ganti tempat duduk!”

 

Oi, ini belum genap satu menit!

 

Saat aku melihat ke sampingku, ada seorang gadis berwajah kaget… 

Previous

List Chapter

Next

[WN] Masho no Otoko wo Mezashimasu Chapter 85

Chapter 85 - Join up with others

Setelah bertemu dengan Maegashira, bersama-sama kami pergi ke gedung karaoke untuk bertemu dengan yang lainnya.

 

Saat melihat gedung karaoke di tempat pertemuan, aku memahami ukurannya. Iklan dipasang di sekitar, tampaknya disertakan juga soft drink yang bisa diminum sepuasnya dan juga es krim yang bisa dimakan sepuasnya. Layanan ini bagus karena akhir-akhir ini, semakin panas saat musim panas mendekat. Aku paling menyukai es krim, jadi aku bersumpah untuk memakannya.

 

Aku bisa melihat mantan teman sekelasku.

 

Hmm! Wajah mereka masih menjijikkan!”

 

Ketika Maegashira memperhatikan penampilan mantan teman sekelas kami, dia langsung melontarkan kata-kata kebencian dengan cepat.

 

Mendengar apa yang dia katakan, aku berhenti secara tidak sengaja.

 

Sikapnya terhadap perempuan menjadi lebih buruk daripada saat kami di sekolah menengah pertama…

 

Tapi sekarang, yang ingin kukomentari tentang dia bukanlah tentang itu, itu ...

 

“… Tapi, aku belum melihat wajah mereka.”

 

Aku belum bisa melihat siapa pun. Mataku cukup bagus, tapi aku tak bisa melihat wajah mantan teman sekelasku dari tempat kami sekarang, terutama kebanyakan dari mereka memalingkan wajah, jadi mereka masih belum memperhatikan kami.

 

Apa yang bisa kami lihat adalah sejumlah besar gadis berkumpul bersama, dan entah bagaimana, kami tahu siapa mereka dengan melihat bagaimana mereka berdiri.

 

Apa yang kamu bicarakan, Hatano-kun? Ada pertanda buruk yang bisa kamu ketahui tanpa melihat wajah mereka."

 

Sejak kapan orang ini punya kekuatan supernatural…?

 

…… Tapi sebuah pertanda?

 

Aku melihat mantan teman sekelas kami yang berkumpul lagi. Entah bagaimana, aku tahu kalau mereka tampak begitu bersemangat, tapi aku tak merasakan pertanda buruk apa pun.

 

Apa aku terlalu ceroboh? Atau Maegashira yang terlalu sensitif…?

 

Tampaknya teman sekelas kita sudah berkumpul ... Ayo segera bergabung dengan mereka.

 

Maegashira, semua orang sepertinya sudah ada di sana, jadi ayo bergabung dengan mereka sekarang.”

 

"……Baiklah"

 

Maegashira menerima dan mulai berjalan dengan enggan.

 

Secara pribadi, kupikir tidak apa-apa terlambat beberapa jam…”

 

"Akan mengganggu tempat yang mereka pesan."

 

"Bukankah tidak apa-apa karena para gadis akan pergi ke sana dulu?"

 

Oh iya, tentu saja mereka akan mulai dulu… kan?

 

Sebagian besar gadis selalu gelisah, jadi lebih baik membiarkan mereka begitu, dan ketika mereka putus asa karena mengira kita tidak akan datang, kita akan muncul di sana, itu cukup membuat para gadis bahagia.”

 

Orang ini… dia luar biasa! dia memperlakukan gadis-gadis itu seperti mainan! Dan membuat mereka bermain di telapak tangannya!

 

Aku gemetar sejenak tapi, Maegashira sepertinya tidak menyadarinya dan terus berbicara.

 

Serius, kuharap mereka membayar kita untuk menghirup udara yang sama. Sejujurnya, aku ingin mereka lebih menghormati kita! Oh, Ngomong-ngomong, tahukah kamu kalau beberapa perusahaan akan memasukkan udara di ruangan pria ke dalam kaleng dan menjualnya? ... Bukankah gadis-gadis yang membeli barang seperti itu menjijikkan?“

 

Pria ini mengatakan kalau wanita yang membeli udara itu menjijikkan, padahal dia sendiri mengatakan kalau mereka harus membayar hanya dengan menghirup udara yang sama… luar biasa…!

 

"Hmmm? Hatano-kun, kamu tidak pergi?”

 

Maegashira bertanya padaku, yang berhenti tanpa sadar.

 

"Oh maaf. Ayo jalan."

 

"Apa ada yang salah?"

 

Maegashira bertanya padaku sambil bertanya-tanya tentang sikapku dengan ekspresi misterius.

 

Tidak, tidak apa-apa. Aku baru menyadari kalau diriku berpikiran sempit… "

                                                                                                                  

"Ya?"

 

Maegashira membuat ekspresi yang lebih misterius pada jawabanku.

 

"Yah, aku tak begitu mengerti. Tapi, aku tak berpikir kalau Hatano-kun itu orang yang berpikiran sempit.”

 

"Oh, begitukah?"

 

"Ya ... Kalau aku membandingkannya ... kupikir kau berpikiran terbuka seperti senpaiku!"

 

Itu bukan pujian! Itu kutukan!"

 

Bukankah dia berpikiran sempit?! Entah bagaimana, aku bisa mengetahuinya hanya dengan percakapan kecil di telepon sebelumnya!

 

Maegashira tidak puas dengan kata-kataku sambil mengatakan 'Tapi, tapi ~'… Aku mengabaikannya dan mulai berjalan.

 

Sepertinya mantan teman sekelas kami yang berkumpul memperhatikan kami yang mendekati mereka, jadi mereka melambaikan tangan.

 

Aku sedikit takut karena semua orang melambaikan tangan dengan berapi-api.

 

Entah bagaimana, semuanya .. mereka tampak seperti ikan yang mengerumuni umpan.”

 

Maegashira mengkritik mereka.

 

Tapi kenapa mereka melambaikan tangan begitu…?

 

Aku balas melambai pelan, tapi kemudian gadis-gadis itu mulai berdebat, 'Dia balas melambai padaku', 'Tidak, ini aku', "Ini untukku."

 

Adegan itu mengingatkanku pada penggemar yang antusias yang kulihat di video konser idol…

 

“Mereka bodoh, bukan?”

 

Maegashira, seperti biasa, melontarkan kata-kata kebencian.

 

Meskipun aku juga memikirkan hal seperti itu, aku tak bisa mengatakannya…

 

Tapi, orang ini…, dia hanya mengatakannya secara alami seperti itu…

 

Kami akhirnya bergabung dengan mantan teman sekelas kami yang sedang berkumpul.

 

Semuanya, aku sudah lama tidak melihat kalian semua!”

 

Untuk saat ini, saat kucoba menciptakan suasana, ‘Aku senang bertemu dengan kalian semua', dengan senyuman, semua orang menjawab, 'Aku senang bertemu denganmu lagi' atau 'Aku sangat merindukan Hatano-kun '.

 

…… Para gadis di dunia ini, mereka semua manis dan cantik, jadi aku merasa sangat senang.

 

…… Meskipun ada efek berbahaya seperti mereka bereaksi terlalu berlebihan.

 

Kemudian, Mishima-san berbicara denganku.

 

Hatano-kun! Maegas ..! Urgh!"

 

Dan semprotan itu disemprotkan oleh Maegashira.

 

Mishima-san terkejut, tapi sepertinya tidak ada perubahan khusus pada tubuhnya.

 

…… Kenapa dia tiba-tiba menyemprotkannya?

 

Wah, wah, Maegashira-kun… Kamu, kenapa kamu tiba-tiba melakukan itu?”

 

Ada apa denganmu, Hatano-kun? Nada suaramu berubah.”

 

Maegashira menanyaiku kembali alih-alih menjawab pertanyaanku, seolah-olah dia mengatakan kalau ia tak melakukan sesuatu yang aneh.

 

"Ada apa? Itu kalimatku! Kenapa kau tiba-tiba menyemprot begitu!?”

 

Oh, itu tidak berbahaya sama sekali. Itu hanya semprotan deodoran."

 

Tidak, aku tidak menanyakan jenis semprotan apa yang kau gunakan, aku bertanya kenapa kau tiba-tiba menyemprotkannya…

 

Saat Maegashira melihatku memasang wajah aneh, dia akhirnya mengerti maksud dari pertanyaan itu.

 

Maksudku, perempuan itu bau!”

 

Urg! bau… ”

 

Oi, oi, Maegashira, Mishima-san tertekan dengan kata-katamu… 

Previous

List Chapter

Next

[WN] Masho no Otoko wo Mezashimasu Chapter 84

Chapter 84 - Meet up

Nah, hari reuni kelas telah tiba. Tempatnya karaoke terbesar di kota, yang juga punya ruangan yang bisa digunakan banyak orang.

 

Anehnya, semua teman sekelasku dari SMP akan menghadiri reuni. Sejujurnya aku terkejut karena kupikir mungkin ada cukup banyak yang absen. Bisa kulihat betapa semua orang sangat menantikan reuni ini.

 

Ini hanya reuni kelas ... ya, hanya reuni kelas ... mungkin kalau ada pria yang ikut, mereka akan mencoba agar bebas pada hari itu...?

 

Kuputuskan untuk pergi ke venue bersama dengan Maegashira, jadi aku pergi ke tempat yang dijanjikan sekarang.

 

Satu kekhawatiran yang kumiliki adalah apakah senpai yang menjawab panggilanku terakhir kali melakukan sesuatu yang tidak perlu atau tidak…

 

Tentu, aku berbicara di telepon sebentar, tapi kurasa dia agak 'tidak normal'.

 

Aku merasa kalau perangkat penyadapan mungkin dipasang pada barang-barang Maegashira, atau dia mungkin selalu melacak lokasi Maegashira…. Dia tidak akan melakukan hal seperti itu, kukira? jadi mungkin akan baik-baik saja?

 

 

 

…… Lalu, aku sampai di tempat yang dijanjikan. Maegashira belum datang, jadi kukeluarkan smartphone dari saku dan memeriksa waktu, itu jauh sebelum waktu yang dijanjikan.

 

Saat aku bermain-main dengan smartphoneku dan berpikir kalau Maegashira tidak akan datang lebih lama lagi, dia datang dalam waktu kurang dari beberapa menit.

 

Hatano-kun!”

 

Saat Maegashira melihatku sedang menunggu di tempat pertemuan, dia mendekatiku dengan sprint cepat sambil melambaikan tangannya.

 

…… Oi, oi, apa kau seorang gadis?!

 

Terhadap perilaku Maegashira itu, aku mau tidak mau berkomentar… di kepalaku… tapi, mungkin perilakunya tidak aneh di dunia di mana nilai laki-laki dan perempuan berlawanan. Namun… tingkat kewanitaan yang kurasakan darinya lebih tinggi dibandingkan saat kami di Sekolah Menengah Pertama.

 

Tingkat kewanitaan …… Tidak, dalam hal ini, apakah lebih baik mengatakannya sebagai 'Tingkat kejantanan'? Yah, aku tak tahu apakah perilakunya saat ini lebih disukai oleh pria atau wanita di dunia ini ...

 

Mungkin perilakunya menarik bagi pria di Seimei.

 

Saat aku memikirkan sikap Maegashira, senpai yang bahkan aku tak tahu wajahnya muncul di benakku.

 

Jadi, apakah itu berarti senior ada di telapak tangan juniornya? ... saat junior bosan dengan senior, dia akan membuang senior ...

 

Sungguh senior yang menyedihkan!

 

Kulihat kalau Maegashira berlari ke arahku.

 

Maaf, apa kau menunggu lama?”

 

"Tidak, tidak sama sekali"

 

Saat kuperiksa waktunya… masih lebih dari lima menit dari waktu yang dijanjikan.

 

Ini belum waktunya untuk bertemu, kamu tak perlu terburu-buru seperti itu.”

 

Kukatakan pada Maegashira kalau ia tak perlu lari.

 

Tapi aku senang melihat Hatano-kun untuk pertama kalinya setelah sekian lama, jadi…”

 

Ah, begitu…”

 

Tapi, kita bertemu sebelum liburan Golden Week, bukan ?!

 

"Ah! Benar, aku akan memberikannya pada Hatano-kun.”

 

"Apa?"

 

Saat kukatakan itu, Maegashira sedang mencari sesuatu di dalam tasnya dan memberiku sesuatu seperti tabung yang memanjang.

 

“Ini semprotan air mata.”

 

“…………”

 

Tak peduli kalau mereka itu teman sekelas kita sebelumnya, kita tak bisa membiarkan diri kita begitu santai di sekitar mereka!”

 

Maegashira mengatakannya dan kemudian tersenyum.

 

Meski apa yang dilakukan Maegashira memang hebat, aku menolaknya.

 

“Terima kasih, tapi aku tidak membutuhkannya.”

 

Maegashira terkejut dengan kata-kataku, lalu dia menunjukkan perhatiannya seperti 'Tapi…,'… dan pada kata-katanya aku perlahan menggelengkan kepalaku. Perlahan-lahan seolah menegaskan kembali kepadanya kalau aku benar-benar tidak membutuhkannya…

 

Di dunia ini, menurutku kekhawatirannya bisa dibenarkan, tapi aku benar-benar tidak membutuhkannya…

 

Maksudku… Aku sudah menyimpannya di tasku…

 

‘Aku sudah punya.', Sambil mengatakan itu, kukeluarkan semprotan air mata dari tas dan menunjukkannya kepada Maegashira.

 

Saat Maegashira melihat semprotan itu, dia tampak lega.

 

Yah, tentu saja, benar! Tak peduli seberapa sukanya dirimu bergaul dengan para gadis, kau harus selalu membawa alat pertahanan diri juga! Hatano-kun, aku khawatir karena terkadang kamu begitu tidak berdaya, tapi sekarang, aku bisa merasa lega!”

 

"Hahaha, tentu saja."

 

Maegashira tampaknya mengkhawatirkanku, dan dia merasa lega saat mengetahui kalau aku punya alat pertahanan diri.

 

Kenyataannya semprotan itu tak disiapkan olehku melainkan pembantuku. Dia berkata kalau aku harus membawanya, dan itu bukan hanya semprotan…

 

Sebenarnya, aku juga tak hanya membawa semprotan air mata, tapi juga bel pengaman.”

 

O-oh , begitukah? Aku mengerti"

 

Hatano-kun, apa kamu membawa yang lain?”

 

Y-yah, untuk berjaga-jaga…”

 

"Benarkah? tunjukkan padaku! tunjukkan padaku!"

 

"Ah! uhh… ”

 

Aku menunjukkan barang pertahanan diri yang kubawa ke Maegashira.

 

"Wow! Kau membawa banyak! Jadi, selain semprotan air mata…, tongkat, pistol listrik dan dua semprotan lainnya? Jenis semprotan apa ini? "

 

Maegashira dengan semprotan biru dan merah di tangannya, bertanya padaku tentang itu.

 

... Semprotan tidur dan semprotan kelumpuhan.”

 

Pelayanku bilang kalau keduanya buatan sendiri… Bagaimana dia membuatnya ?!

 

Maegashira terkesan melihat barang-barang tersebut.

 

Aku senang, aku selalu berpikir kalau Hatano-kun mempercayai orang-orang tanpa punya beberapa tindakan pertahanan diri, tapi bukan itu masalahnya sama sekali, huh… Begitu!”

 

Tidak, tidak, aku sangat mempercayai mereka! Aku tidak hanya berpura-pura!

 

Aku tahu kalau Maegashira memujiku tanpa niat jahat, tapi untuk beberapa alasan ada sesuatu yang terlintas di pikiranku.

 

"Senpaiku juga sangat khawatir padaku, jadi dia ingin aku membawa lebih banyak barang keamanan."

 

Ah , itu pasti sulit bagimu.

 

Ya , tapi aku senang dia khawatir…”

 

'Meski begitu', lanjut Maegashira.

 

Senpaiku, menyuruhku untuk berhati-hati dengan Hatano-kun juga.”

 

"Hah?"

 

Tidak, tidak, dia hanya mengatakan itu, dia merasa seperti kamu mengincarku.”

 

"Baiklah, tolong bawa dia ke sini sebentar."

 

Aku ingin memukulnya! 

Previous

List Chapter

Next

[WN] Masho no Otoko wo Mezashimasu Chapter 83

Chapter 83 - Video

Sudah kuhubungi Maegashira, jadi yang kulakukan setelah itu adalah… tidak, tunggu aku belum melakukannya… jadi yang coba kulakukan adalah menambah jumlah lagu yang akan kunyanyikan di event mendatang…

 

Sebelum aku mengingat kembali kehidupan masa laluku, sebagian besar aku menyanyikan lagu-lagu artis wanita ... tapi hari ini, idol pria sedang populer... yah, semua idol pria populer sejak awal ... Sepertinya video livenya secara resmi diposting di situs video, jadi kupikir untuk melihatnya sebagai referensi.

 

Aku dulu berpikir kalau aku itu yang paling cantik di dunia ini… yah, aku tidak yakin tentang itu, tapi aku tetap berpikir begitu… jadi, meskipun aku tahu lagunya, penyanyi itu sendiri, aku tak terlalu tertarik pada mereka. Itulah kenapa aku tak terlalu tahu orang macam apa yang populer.

 

Oleh karena itu, kupikir akan sangat menarik kalau aku meniru idol populer di reuni kelas yang akan datang, membuat koreografi sederhana, dan menyanyikannya.

 

Jadi, jawaban sebenarnya untuk apa yang coba kulakukan… adalah duduk di depan komputerku dan membuka situs video.

 

Kalau ini kuis, mungkin ini pertanyaan sederhana yang diketahui semua orang. Itu biasa disebut ‘service question '.

 

Komputer menyala dan kubuka situs video.

 

Kumasukkan kata-kata di bilah pencarian, lalu video idol muncul ……. Kulihat video dengan jumlah view yang tinggi. Belum lama sejak diunggah, tapi sudah melebihi satu miliar view… ..Seperti yang diharapkan dari Idol!

 

Kupikir aku benar-benar bisa menggunakan video itu sebagai referensi dan menekan tombol putar.

 

Oh, sudah dimulai.

 

Pertunjukan dimulai setelah sedikit hening. Sepertinya tidak ada salam di awal.

 

Dari melodinya, sepertinya lagu pertama bukanlah lagu yang mirip idol, melainkan lagu rock yang bertempo cepat.

 

Lalu, lagu itu dimulai.

 

" Berlututlah di depanku! Kamu anjing betina (B ** ch)!”」

 

Di sana, setelah kata-kata itu… melodi mulai mengalir.

 

………… Hmm?

 

Entah kenapa, liriknya aneh…

 

Sementara aku meragukan lirik lagunya…

 

" Jangan mengejar mimpi! Kejar aku! Kalau tidak, hidupmu tidak memiliki arti !!!

 

Dan di atas panggung, seorang idol berteriak sambil melakukan headbang yang intens.

 

……Idol? Apakah ini idol?

 

Itu berbeda dari citra idol yang kutahu, tapi tempat itu memanas.

 

"Berikan! Berikan padaku! Beri aku uangmu !!!”」

 

Sudah lama tidak melihat seseorang yang begitu sombong seperti itu!

 

Kurasa 'idol' bisa disebut 'tiran'.

 

Dan penampilan lagu pertama selesai.

 

Aku sudah selesai mendengarkan lagu pertama, tapi sejauh ini tidak ada penggalan elemen idol sama sekali… Lagu itu lebih seperti punk-tock atau heavy metal…

 

" Woooooooo-! "

 

Dan, sorak-sorai yang muncul dari kursi penonton menunjukkan betapa populernya acara itu.

 

Tapi, beneran… Aku tak tahu rahasia popularitas itu… Yang kutau idol itu luar biasa! …… Tidak, maksudku, seorang idol itu orang yang berbahaya.

 

Dengan sorak-sorai yang menggema, MC memulai.

 

" Hari ini, aku mengadakan konser ini untuk kalian semua, jadi bersyukurlah !!"

 

Dari kursi penonton, terdengar jawaban 'Ya, Terima kasih !!!'.

 

" Bagus, bagus, itu balasan yang bagus, Dan jangan lupa belilah merchandiseku."

 

'Aku akan membelinya!!!', balasan lain dari kursi penonton bisa terdengar.

 

"Yah, baiklah, jawaban bagus lagi! Dan untuk kalian semua, aku akan memberitahumu minuman apa yang kusuka belakangan ini.”」

 

Dan sorakan lainnya mengelilingi tempat seperti, 'Waaaaa - !!!'.

 

Apa yang harus kulakukan… aku tak bisa mengikuti apa yang terjadi…

 

Kemudian MC melanjutkan untuk beberapa saat, dan setelah itu lagu kedua dimulai.

 

"Kalau begitu, kupikir sudah waktunya untuk lagu kedua! Dengarkan dengan hatimu!”」

 

Pada saat itu, kupikir aku tak akan menggunakan video sebagai referensi lagi, tapi kuputuskan untuk melihatnya lebih lama meski sedikit takut.

 

Lagu kedua punya getaran yang berbeda dari lagu pertama, dan instrumen seperti balada sedang dimainkan. Dan sang idol mulai bernyanyi.

 

" Aku pria berdosa kekasihku maafkan aku "

 

…… Seperti yang diharapkan, kali ini juga, liriknya aneh.

 

"Aku seperti ini ! Terlahir dengan indah mempesona segalanya ~”」

 

Musik yang sedang dimainkan berhenti di situ. Aku bertanya-tanya kenapa, tapi pertanyaan itu segera terselesaikan.

 

Aku tanpa sadar menekan tombol stop. Mungkin insting menghentikanku seperti 'Sudah hentikan'…

 

Aku tak ingin mendengarkannya lagi, jadi saat kulihat layar untuk menutup situs, kulihat ulasannya.

 

"Aku mesuinu, woof-woof !!"

(Tl: mesuinu = bitch)

 

"Sudah kugunakan sebagian besar gajiku bulan ini, akan kulakukan lagi bulan depan!"

 

"Indah itu dosa, aku yakin itu!"

 

「”Pokoknya, akan kuganti celanaku dulu (* ´ω *) ”」

 

" Aku juga (* ´ω *) "

 

" Aku juga (* ´ω *) "

 

" Aku juga (* ´ω *) "

 

Semuanya 'M'!

 

Tapi tapi! Dengan ini aku tahu kalau itu diterima dengan baik di antara wanita.

 

Lagipula itu sangat populer, aku mengerti, tapi aku tak bisa menirunya…

 

Dulu aku di dunia ini secara tidak sadar berperilaku seperti orang sadis, tapi sekarang aku menjadi manusia normal dengan nilai-nilai kehidupan sebelumnya, jadi wajar kalau aku ragu untuk melakukan itu. Tentu, itu sangat membantu, tapi sekarang sulit bagiku untuk menirunya…

 

Kalau lagu itu begitu populer, mungkin saja idol itu menyayangi penggemarnya bertentangan dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya… Tapi, tetap saja lirik lagu itu…

 

Yah, bagaimanapun, aku hanya bisa menyimpulkannya sebagai…, Seperti yang diharapkan dari Idol! 

Previous

List Chapter

Next